Terapi treatment bagi penderita bipolar biar bisa mengatur emosi

Jadi kalau misalnya di dalam keluarga ada yang di polar jelas si anak atau saudara Akankah yang punya hubungan darah punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami bipolar.

tapi faktornya sebenarnya banyak, jadi ada yang bilang sebenarnya kita Jelaskan bipolar itu dari teori diatesis stres di atas,

di situ ada kecenderungan ada tekanan atau ada kondisi yang mungkin memicu diathesis.

Jadi mungkin ada hubungannya juga tadi dengan genetic, ada hubungannya dengan traumatic Brain injury waktu dia masih kecil.

misalnya terkena hantaman yang cukup berat di kepala sampai terjadi luka di otak dan mungkin Seiring berjalannya waktu dia mengalami stres yang berat seperti kondisi keluarga yang penuh dengan kekerasan, pelecehan seksual atau pun pernah memakai obat-obatan yang dapat memicu si bipolar sendiri.

seperti itu, Jadi nggak ada penyebab tunggal.

treatment bagi penderita bipolar,
terutama mereka harus butuh Siko farmakologi yang mengarah pada mood stabilizer seperti litium yang bisa diberikan.

Selain itu mereka juga harus diberikan psycho edukasi.

psikoedukasi disini bukan hanya memberikan informasi tentang penyakit tapi lebih ke pembukaan diri diskusi mengenai apa sih kesulitan kamu, pandangan kamu terhadap bipolar ini gimana,

yang menurut kamu nanti bakal jadi kesulitan kamu, seperti apa kekawatiran kamu seperti apa,

jadi lebih sebagai media untuk membuka diri mengenai masalah.

Selain itu perlu juga dilakukan psychotherapy terutama sibiti atau kognitif behavioral therapy tujuannya adalah membantu memodifikasi pola pikir yang lebih positif.

jadi yang tadinya hal ini bisa memicu Stres dan memicu Maniac atau depresi kita Arahkan ke hal yang lebih positif atau sudut pandang yang lebih positif.

lalu mereka berlatih untuk mengenali tanda-tanda kemunculan gejala supaya tidak berkembang lebih besar.

itu juga berlatih untuk kembali ke kehidupan sosialnya, jadi ada yang ketika mengalami akhirnya dia terpaksa untuk enggak sekolah lagi atau enggak kuliah lagi atau enggak kerja lagi dan ketika mereka mau masuk ke dalam lingkungan sosial lagi kan pasti ada rasa tertekan pasti ada rasa khawatir nah itu yang kita perbaiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *