Kenali Gejala dan Komplikasi Gangguan Kesehatan Mental Bulimia

Tak sedikit orang yang mengalami stres menambah asupan makannya secara tidak sadar atau karena ingin menghilangkan stres. Tetapi ternyata makan secara berlebihan saat stres harus diwaspadai karena hal tersebut bisa berujung pada penyakit mental bulimia. Bulimia merupakan gangguan kesehatan mental yang diawali dengan gangguan makan.

Bulimia dikategorikan ke dalam gangguan mental karena penderitanya merasa tidak puas dengan kondisi tubuh yang dimiliki. Secara esktrem penderitanya akan mengeluarkan makanan yang masuk ke tubuhnya agar tubuhnya tetap ramping. Tak jarang makanan dikeluarkan dengan cara dimuntahkan dan dengan mengonsumsi obat pencahar agar sering buang air besar.

Gejala Bulimia

Bulimia biasanya berawal dari stres sehingga konsumsi makan menjadi berlebihan padahal perut tidak lapar. Setelah makanan tersebut masuk ke perutnya, penderita akan merasa bersalah karena telah mengonsumsi makanan sebanyak itu. Perasaan bersalah ini berujung pada rasa menyesal, membenci diri sendiri, sehingga yang ingin dilakukan hanyalah mengeluarkan makanan tersebut.

Bulimia kerap terjadi pada perempuan usia remaja hingga dewasa, tepatnya di rentan usia 16-40 tahun. Berikut ini gejala bulimia secara rinci.

  1. Menjadikan bentuk dan berat badan sebagai tumpuan utama, seakan-akan hidupnya akan berakhir jika bentuk badannya berubah.
  2. Tidak puas dengan kondisi tubuh sendiri
  3. Sering tidak sadar makan dalam porsi besar, bahkan sampai sakit perut
  4. Selalu memuntahkan makanannya setelah makan sehingga selalu menghindari makan di tempat umum
  5. Berusaha mengeluarkan makanan yang telah dimakannya dengan berbagai cara. Selain dengan muntah, caranya dilakukan dengan mengonsumsi obat pencahar, diuretik, atau enema.
  6. Mengonsumsi suplemen penurun berat badan.

Komplikasi Bulimia

Jika tidak ditangai segara, gangguan mental yang satu ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Kurangnya asupan nutrisi pada penderita bulimia dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kurang gizi, dehidrasi, siklus menstruasi tidak lancar, sulit hamil, kulit dan rambut menjadi kering. Yang terparah yaitu terjadinya gagal jantung dan ginjal.

Sementara muntah yang terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi.  Hal ini juga berakibat pada sakit tenggorokan dan bau mulut. Sedangkan, konsumsi obat pencahar secara berlebihan berakibat terganggunya kesehatan organ dalam tubuh dan berpotensi memicu terganggunya kesehatan jantung.

Waspadai gangguan kesehatan mental yang satu ini. Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya konsultasikan kepada psikolog. Psikolog akan memberikan terapi yang tepat agar gangguan mental ini tidak berlanjut ke gangguan fisik secara serius. Belajarlah untuk mensyukuri kondisi diri dan berhenti terpaku pada bentuk tubuh yang ramping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *